"Oh iya bu, nanti pulang kerja ya bu! saya mau ambil duit dulu" kata gue yang sambil memohon. "Oh ya sudah tapi kamu jangan boonk, kalo boonk saya panggil hansip untuk usir kamu" kata ibu itu yang sambil melotot. buset!! dikira gue maling kali sampai dipanggil hansip sekalian aja panggil kantib biar kayak banci hahaha!. Ibu itu pun meninggalkan pintu kontrakan gue. Lalu gue lihat jam 06.30, eh buset gue kan mau jemput Jessica, Gue pun langsung bersiap-siap dengan terburu-buru. Gue mandi cuma beberapa gayung pake sabun cuma beberapa oles aja dari pada gue telat. Setelah gue selesai semuanya, gue langsung berangkat ke rumah Jessica.
Tibalah gue di Kontrakan Jessica. ternyata dia sudah menunggu di depan. Dengan perasaan gak enak gue langsung menghampirinya "Hai, Sorry telat ya" kata gue yang sambil meminta maaf. "Oh gak apa-apa koq, ayo kita berangkat". Setelah itu gue sama Jessica langsung berangkat ke Kantornya Jessica.
Sesampai di kantor Jessica. "Eh trimakasih ya Joe, udah nganterin gue" kata dia dengan tersenyum. "Oh iya gak apa-apa, santai aja kali, ya sudah gue langsung jalan ya" kata gue yang sambil melambaikan tangan. "iya, eh tunggu gue ada sesuatu buat lu" kata dia yang bikin gue kaget, ternyata dia ngasih gue nasi goreng. Dari nasi goreng tersebut gue ke inget lagi sama Icha, tapi gue langsung hiraukan dan gue yakin Jessica jodoh gue hahaha. "Oh thx baget, lu tau aja kalau gue belum sarapan hehehe" kata gue yang sambil menggarukkan kepala. "iya hehehe, ya sudah aku masuk dulu ya, bye" kata dia yang sambil melambaikan tangan.
Gue pun langsung ke kantor gue, sesampai di kantor gue dengan tidak sabarnya mencicipi nasi goreng buatan Jessica. Dengan lahapnya gue makan, ternyata masakannya lebih enak dan lebih pedas dari buatan Icha, karena gue suka pedas, gue langsung melahapnya seperti pengemis yang belum makan 3 bulan hahahaa. Setelah itu, gue seperti biasa bekerja.
Beberapa jam kemudian.
Guepun selesai bekerja dan keluar dari kantor, sama sperti yang gue lakukan sama Icha kali ini gue lakukan sama Jessica yaitu sms dia bilang hati-hati hahahaha
To : Jessica
Jes, lu udah keluar kantor?
hati-hati ya ke kampus
From : Jessica
Oh, ok lu juga ya hehehe
To : Jessica
Ok nanti gue jemput ya
lu pulang jam berapa?
and gue minta alamat kampus lu
From : Jessica
Oh ok
gue pulang jam 9 malem
nih alamatnya jln. sultan iskandar muda 3 no 5
Pondok Indah Jakarta Selatan
To : Jessica
Oh ok
Selanjutnya gue mulai pergi menuju Kampus gue, sesampai di Kampus, gue tidak tahu harus ngelakuin apa karena gue hanya memikirkan Jessica saja. sampai kampus gue hanya bisa duduk dan diam sendiri memikirkan hal-hal yang gak penting. Dosen hari ini pun menjengkelkan, akhirnya gue tidak merhatiin dosen gue hanya ngobrol saja sama temen-temen gue. Salah satunya Randi dan Shania, gue kenal dia berdua udah dari gue sekolah dulu dan dia berdua pun pacaran. Gue hanya berbicara tentang hal-hal yang gak penting untuk di bicarakan seperti Dosen itu pinter ya?, kucing koq punya ekor ya? sampai hal-hal yang aneh yang gue lontarkan kepada mereka berdua. "Eh lu berdua koq gak kawin aja? nanti kawin ajak-ajak gue ya" kata gue pada mereka berdua. "Bangke!, mau enak aja lu" kata Randi yang kesal, padahal belum tentu mereka kawin hahahaha.
Jam Kampus pun selesai. gue langsung pergi menuju kampus Jessica untuk menjemput dia.
Sesampai di Kampus, ternyata kampus dia deket banget sama Gandaria city mall yang biasa di kunjungi orang korea sperti gue ini hahahahaha. sampailah di kampus dia, dan ternyata dia sudah menunggu gue.
"hei Jess!" kata gue yang memanggil
"iya, oh Joe".
"lu dah nunggu lama?".
"oh belum koq".
"yuk kita pulang" kata gue yang mengajak
"yuk".
gue pun akhirnya nganterin dia pulang. Sesaat di jalan, gue ngajak dia makan terlebih dahulu, di Cafe daerah Rawa Belong hahaha. Karena udah malam agak kesulitan juga nyari tempat makan yang enak. tiba-tiba di Jalan yang lagi sepi-sepinya. Motor gue mati kehabisan bensin, akhirnya gue sama dia berhenti.
"Jess, sorry ya motor gue kehabisan bensin" kata gue dengan wajah tidak enak.
"oh gak apa-apa koq, trus kita gimana sekarang"
"gini aja lu tunggu disini, biar gue jalan kaki nyari tukang bensin gimana?"
"oh ya sudah, tapi lu jangan lama-lama ya" kata dia yang kelihatannya kuatir banget.
"Ok, tunggu bentar ya"
Gue pun jalan kaki mencari tukang bensin yang buka. hingga kemudian gue melihat POM bensin. dan gue langsung balik ke tempat dimana si Jessica nunggu. Tiba-tiba ternyata Jessica lagi digodain preman, setelah gue lihat ternyata itu preman yang waktu itu gangguin si Jessica. Gue pun dengan lagak Superhero menyamperin preman tersebut
"WOI.. lu ngapain gangguin dia" kata gue dengan keras
"elu lagi, lu emang siapanya, apa urusan elu" kata preman tersebut
"Gue cowonya, kenapa masalah buat lu?"
tiba-tiba preman itu mulai memukul "brak!" tapi sayangnya gue tepis dan gue memukul balik "PUKK!!"
lalau tiba-tiba preman lain, menarik Jessica.
"elu jangan berani coba-coba, kalau tidak cewe lu gue bunuh" kata preman yang dengan pisaunya
"Joe tolong gue!!" kata Jessica yang sambil ketakutan
lalu gue pura-pura diem dan menyerah, hingga akhirnya preman itu ngelepasin Jessica. dan gue langsung memukul dia "PUKK!!" terjatuhlah dia. Lalu tiba-tiba preman satu lagi menusuk punggung gue. "JLEB!!"
gue pun langsung terkujur kaku, dan yang terkahir gue lihat hanya Jessica yang menangis di hadapan gue.
"JOE!!.. Tolong!!" Kata Jessica yang berteriak. akhirnya gue pun terjatuh.
Lalu tiba-tiba polisi dateng.
"TUUTT... TUUT.. " bunyi suara mobil polisi tersebut dan Polisi itu langsung menangkap dua preman tersebut. Lalu Gue dibawa ke rumah sakit, dianter Polisi beserta Jessica.
Jessica hanya menangis sedih.
Gue tidak tahu apa yang terjadi lagi, yang pasti gue sudah mengorbankan nyawa gue hanya untuk cewe yang gue suka dan cintai
Jam Kampus pun selesai. gue langsung pergi menuju kampus Jessica untuk menjemput dia.
Sesampai di Kampus, ternyata kampus dia deket banget sama Gandaria city mall yang biasa di kunjungi orang korea sperti gue ini hahahahaha. sampailah di kampus dia, dan ternyata dia sudah menunggu gue.
"hei Jess!" kata gue yang memanggil
"iya, oh Joe".
"lu dah nunggu lama?".
"oh belum koq".
"yuk kita pulang" kata gue yang mengajak
"yuk".
gue pun akhirnya nganterin dia pulang. Sesaat di jalan, gue ngajak dia makan terlebih dahulu, di Cafe daerah Rawa Belong hahaha. Karena udah malam agak kesulitan juga nyari tempat makan yang enak. tiba-tiba di Jalan yang lagi sepi-sepinya. Motor gue mati kehabisan bensin, akhirnya gue sama dia berhenti.
"Jess, sorry ya motor gue kehabisan bensin" kata gue dengan wajah tidak enak.
"oh gak apa-apa koq, trus kita gimana sekarang"
"gini aja lu tunggu disini, biar gue jalan kaki nyari tukang bensin gimana?"
"oh ya sudah, tapi lu jangan lama-lama ya" kata dia yang kelihatannya kuatir banget.
"Ok, tunggu bentar ya"
Gue pun jalan kaki mencari tukang bensin yang buka. hingga kemudian gue melihat POM bensin. dan gue langsung balik ke tempat dimana si Jessica nunggu. Tiba-tiba ternyata Jessica lagi digodain preman, setelah gue lihat ternyata itu preman yang waktu itu gangguin si Jessica. Gue pun dengan lagak Superhero menyamperin preman tersebut
"WOI.. lu ngapain gangguin dia" kata gue dengan keras
"elu lagi, lu emang siapanya, apa urusan elu" kata preman tersebut
"Gue cowonya, kenapa masalah buat lu?"
tiba-tiba preman itu mulai memukul "brak!" tapi sayangnya gue tepis dan gue memukul balik "PUKK!!"
lalau tiba-tiba preman lain, menarik Jessica.
"elu jangan berani coba-coba, kalau tidak cewe lu gue bunuh" kata preman yang dengan pisaunya
"Joe tolong gue!!" kata Jessica yang sambil ketakutan
lalu gue pura-pura diem dan menyerah, hingga akhirnya preman itu ngelepasin Jessica. dan gue langsung memukul dia "PUKK!!" terjatuhlah dia. Lalu tiba-tiba preman satu lagi menusuk punggung gue. "JLEB!!"
gue pun langsung terkujur kaku, dan yang terkahir gue lihat hanya Jessica yang menangis di hadapan gue.
"JOE!!.. Tolong!!" Kata Jessica yang berteriak. akhirnya gue pun terjatuh.
Lalu tiba-tiba polisi dateng.
"TUUTT... TUUT.. " bunyi suara mobil polisi tersebut dan Polisi itu langsung menangkap dua preman tersebut. Lalu Gue dibawa ke rumah sakit, dianter Polisi beserta Jessica.
Jessica hanya menangis sedih.
Gue tidak tahu apa yang terjadi lagi, yang pasti gue sudah mengorbankan nyawa gue hanya untuk cewe yang gue suka dan cintai
0 komentar:
Posting Komentar