Kamis, 14 November 2013

Terimakasih Preman

Brumpp…!!!!. Suara motor gue yang baru saja gue hidupin dan gue siap menaikinya (kayak kuda) hahaa, bukan tapi gue siap untuk mengendarainya. Lalu gue langsung berangkat ke kantor. Tidak seperti biasanya, gue sekarang sudah tidak lagi ke rumah Icha setiap sebelum ke kantor, karena dia sekarang mungkin sudah ada yang jemput juga. Dengan perasaan galau gue pergi menuju ke kantor, tapi entah kenapa perasaan galau gue dengan begitu saja menghilang, mungkin karena gue waktu itu ketemu wanita cantik yang bernama Jessica. Gue baru ketemu dia sekali tapi perasaan cinta gue sudah muncul sejak awal gue ketemu dia, gue pun berencana pulang ke kampus nanti untuk ke tempat yang waktu itu gue ketemu dia. Sekarang gue harus bekerja terlebih dahulu untuk tambahan biaya nikah hahahah, pacar aja udah gak ada sekarang malah mikirin nikah begitulah kata gue dalam hati. Sesampainya di kantor, tiba-tiba gue melihat ke kantor ternyata sepi banget, pada kemana ya?. Lalu guepun langsung ke bangku kerja gue, dan satu per satu orang kantor datang. Kembali gue bekerja.
Hingga pada beberapa jam kemudian tiba-tiba gue melihat seorang cowo jalan bersama boss gue, setelah gue lihat lebih lanjut ternyata dia itu Rico cowo barunya Icha yang kemarin gue dikenalin sama Icha. Dalam hati gue hanya berkata “Brengsek! Kenapa harus ada dia di kantor gue?” kata gue dengan kesalnya. Dan guepun lanjut bekerja, gue malez mikirinnya.
Jam kantor pun selesai, dan gue pun siap untuk menuju ke kampus. Gue mulai jalan ke kampus tiba-tiba motor gue mati, gak bisa hidup kayaknya dia butuh nafas buatan hahahaha. Gak, ternyata motor gue membutuhkan bensin, gue seringkali lupa untuk mengisi bensin. Gue pun mulai membawa motor gue ke POM. Lalu tiba-tiba ketika gue lagi mengisi bensin, gue melihat Jessica naik sepeda melewati POM bensin. Gue pun langsung buru-buru dan mulai mengejar Jessica. Setelah gue lihat dia dari kejauhan, tiba-tiba si Jessica di berhentian oleh dua orang preman gembleng. Gue pun dengan lagak sok Pahlawan gue menyamperi Jessica untuk melawan dua preman itu.
“Hei.!! Lu jangan beraninya Cuma sama cewe ya?” kata gue yang menggertak
“Lu sapa? Berani-beraninya lu ngalangin gue” kata preman itu. Lalu tiba preman itu mulai memukul gue. “Brakk..” suara pukulan preman itu lalu gue tepis. “Tass” suara tangan gue. Dan gue menonjok satu preman itu “Broook!!!” dan preman itu terjatuh dan langsung pergi lari. Preman yang satunya lagipun jadi ikutan lari dan mereka meninggalkan gue. Lalu gue mulai bicara sama Jessica
“Lu gak apa-apa?” kata gue padanya.
“Oh gak apa-apa, thx ya”
“iya, eh mau gue bantu beresin barang-barang lu?” kata gue yang ingin menolong
“oh iya boleh thx ya, oh iya lu Joe kan yang waktu kita ketemu malem-malem”
“iya hehehe”
“Oh thx ya, sudah ya gue mau pulang”
“Boleh gue anter, kebetulan kan sepeda lu rusak.”
“Oh boleh tapi nanti sepeda gue gimana?”
“Gampang nanti setelah gue anter lu, Gue anter sepeda lu”
“Oh ya sudah”                                                              
Gue pun akhirnya berhasil menganterkannya ke rumahnya dan akhirnya gue jadi tahu rumahnya. Sampailah gue di rumahnya, dan ternyata dia ngekos sama kayak gue yang sebagai anak kost hahha. “Ini Kossan lu?” kata gue padanya. “iya hhehehe, lu gak suka ya?” kata dia dengan wajah malu-malu. “malahan gue suka lagi, kan gue juga ngekos hahhaha”. “Oh gitu,eh ya sudah sana ambil sepeda gue”. “Oh iya, ya sudah ya bye”. Dan gue pun meninggalkan tempat itu untuk mengambil sepedanya. Setelah gue ambil gue kembali ke rumah Jessica. Sesampai di rumah Jessica guepun menaruh sepedanya dan setelah gue lihat ternyata pintu kontrakannya di buka. Gue pun masuk dan sekalian mau pamit. Setelah gue masuk, gue di kagetin seekor kucing. Lalu munculah Jessica “Eh Joe, udah ngambilnya?, oh iya sory itu kucing gue hehhee” kata dia sambil tertawa. “Oh iya gak apa-apa”. “Oh iya lu duduk dulu di dalam, istirahat dulu lu sambil gue bikini es mau gak?” kata dia dengan penuh perhatiannya. “Oh gak usah repot-repot”. “udah gak apa-apa, tunggu sebentar ya”. Selagi dia bikin minuman, gue melihat seisi rumahnya, lalu tiba-tiba mata gue tertakjub melihat piala-piala dan medali-medali ternyata itu punya dia semua, selama sekolah dia selalu mendapat juara sedangkan gue? Gue Cuma bisa dapet piala hasil kejuaraan lomba makan kerupuk antar kampong hehehehehe. Lalu yang gak habis pikir gue melihat piala juara 1 kejuaraan Futsal. Dalam hati gue hanya ketawa hahahaha, baru tau gue nih cewe jago futsal. Setelah gue ketawa-ketawa tiba-tiba dia datang menganterin minuman. “Eh Joe, nih minumannya, lu kenapa ketawa-ketawa?” tanya dia. “Gak Cuma bingung aja lu pernah ngejuarain Futsal ya?” Kata gue sambil ketawa. “Oh.. itu bukan pialaku, tapi itu piala bapakku, dulu dia sama timnya pernah jadi juara nasional” kata dia yang mengasih tahu gue. “Oh gitu”. Sambil gue minum gue bicara banyak sama dia.
“Eh Jess.. Lu sekarang kuliah atau kerjaa?”.
“Oh gue kuliah sambil kerja”
“Oh kuliah di daerah mana?, terus kerja apaan?” tanya gue seperti menginvestigasi dia
“gue di deket kantor kuliahnya di daerah Jakarta Selatan, gue kerja di bagian staff, lu sendiri?”
“Oh gitu, gue juga kerja sambil kuliah hehehe”
“Oh, gitu” jawab dia dengan sambil merenung
“Lu kenapa merenung?” tanya gue padanya
“Gue bingung besok gue kerja naik apa sepeda gue rusak seperti itu”
“Oh soal itu tenang aja, besok gue akan nganterin elu, santai aja!” kata gue yang sambil berlagak menjadi pahlawan ojek hahhahaa.
“Oh thx ya, ternyata lu baik banget” kata dia yang memperlihatkan wajah kawaiinya. Kalau ada yang gak tahu kawaii search di kakek google hehehehe.
“hehehe, kalau gitu gue minta nomor lu donk”
“oh iya nih 083899xxxxx”
“coba gue miskol ya” saat gue miskol tiba-tiba ada suara setan muncul “Maaf pulsa anda tidak mencukupi”.
“hehehehe, pulsa gue abis, nanti aja y ague nelpon lu haahha”
“Oh iya.. lu gak kuliah?” tanya dia kepada gue.
“Oh gak, gue lagi betah sama lu hehehee” kata gue yang sambil gombal.
“hahahhaha, bisa aja lu.”
“Oh ya sudah gue pulang ya, udah malem juga gak enak sama tetangga hehehe”
“iya udah, bye”
“bye” kata gue yang sambil melambaikan tangan.
Dan gue pergi meninggalkan rumah Jessica, setelah gue lihat jam hape gue ternyata sudah jam 7 malam gue pun langsung pulang ke rumah dan tidak kuliah.
Sesampai di rumah, gue langsung sms dia.
To : Jessica
Hai, gue Joe
Simpan nomor gue ya!

From : Jessica
Oh iya, itu pasti

To: Jessica
Eh besok lu masuk kantor jam berapa?

From : Jessica
Oh jam 7

To : Jessica
Oh gitu, besok gue ke rumah lu ya jam 6


From : Jessica
Oh ok, ya sudah ya
Gue mau tidur
Bye

To : Jessica
Oh iya good night
Bye


Setelah gue SMS dia, gue langsung membereskan diri untuk tdur, sebelum tidur gue selalu memikirkannya. Dalam hati gue berkata hari ini seneng banget gue gara-gara preman, gue jadi tahu rumahnya padahal tadi gue Cuma berantem biasa tapi preman itu cemen banget.
"Oh terimakasih Preman" ucapan terakhir gue sebelum tidur, meski gue hampir mati tapi gue berterimakasih sama dia

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.