Brumpp…!!!!. Suara motor gue yang baru
saja gue hidupin dan gue siap menaikinya (kayak kuda) hahaa, bukan tapi gue
siap untuk mengendarainya. Lalu gue langsung berangkat ke kantor. Tidak seperti
biasanya, gue sekarang sudah tidak lagi ke rumah Icha setiap sebelum ke kantor,
karena dia sekarang mungkin sudah ada yang jemput juga. Dengan perasaan galau
gue pergi menuju ke kantor, tapi entah kenapa perasaan galau gue dengan begitu
saja menghilang, mungkin karena gue waktu itu ketemu wanita cantik yang bernama
Jessica. Gue baru ketemu dia sekali tapi perasaan cinta gue sudah muncul sejak
awal gue ketemu dia, gue pun berencana pulang ke kampus nanti untuk ke tempat
yang waktu itu gue ketemu dia. Sekarang gue harus bekerja terlebih dahulu untuk
tambahan biaya nikah hahahah, pacar aja udah gak ada sekarang malah mikirin
nikah begitulah kata gue dalam hati. Sesampainya di kantor, tiba-tiba gue
melihat ke kantor ternyata sepi banget, pada kemana ya?. Lalu guepun langsung
ke bangku kerja gue, dan satu per satu orang kantor datang. Kembali gue
bekerja.
Hingga pada beberapa jam kemudian tiba-tiba gue melihat seorang
cowo jalan bersama boss gue, setelah gue lihat lebih lanjut ternyata dia itu
Rico cowo barunya Icha yang kemarin gue dikenalin sama Icha. Dalam hati gue
hanya berkata “Brengsek! Kenapa harus ada dia di kantor gue?” kata gue dengan
kesalnya. Dan guepun lanjut bekerja, gue malez mikirinnya.
Jam kantor pun selesai, dan gue pun siap untuk menuju ke kampus.
Gue mulai jalan ke kampus tiba-tiba motor gue mati, gak bisa hidup kayaknya dia
butuh nafas buatan hahahaha. Gak, ternyata motor gue membutuhkan bensin, gue
seringkali lupa untuk mengisi bensin. Gue pun mulai membawa motor gue ke POM.
Lalu tiba-tiba ketika gue lagi mengisi bensin, gue melihat Jessica naik sepeda
melewati POM bensin. Gue pun langsung buru-buru dan mulai mengejar Jessica.
Setelah gue lihat dia dari kejauhan, tiba-tiba si Jessica di berhentian oleh
dua orang preman gembleng. Gue pun dengan lagak sok Pahlawan gue menyamperi
Jessica untuk melawan dua preman itu.
“Hei.!! Lu jangan beraninya Cuma sama cewe ya?” kata gue yang
menggertak
“Lu sapa? Berani-beraninya lu ngalangin gue” kata preman itu. Lalu
tiba preman itu mulai memukul gue. “Brakk..” suara pukulan preman itu lalu gue
tepis. “Tass” suara tangan gue. Dan gue menonjok satu preman itu “Broook!!!”
dan preman itu terjatuh dan langsung pergi lari. Preman yang satunya lagipun
jadi ikutan lari dan mereka meninggalkan gue. Lalu gue mulai bicara sama
Jessica
“Lu gak apa-apa?” kata gue padanya.
“Oh gak apa-apa, thx ya”
“iya, eh mau gue bantu beresin barang-barang lu?” kata gue yang
ingin menolong
“oh iya boleh thx ya, oh iya lu Joe kan yang waktu kita ketemu
malem-malem”
“iya hehehe”
“Oh thx ya, sudah ya gue mau pulang”
“Boleh gue anter, kebetulan kan sepeda lu rusak.”
“Oh boleh tapi nanti sepeda gue gimana?”
“Gampang nanti setelah gue anter lu, Gue anter sepeda lu”
“Oh ya sudah”
Gue pun akhirnya berhasil menganterkannya ke rumahnya dan akhirnya
gue jadi tahu rumahnya. Sampailah gue di rumahnya, dan ternyata dia ngekos sama
kayak gue yang sebagai anak kost hahha. “Ini Kossan lu?” kata gue padanya. “iya
hhehehe, lu gak suka ya?” kata dia dengan wajah malu-malu. “malahan gue suka
lagi, kan gue juga ngekos hahhaha”. “Oh gitu,eh ya sudah sana ambil sepeda gue”.
“Oh iya, ya sudah ya bye”. Dan gue pun meninggalkan tempat itu untuk mengambil
sepedanya. Setelah gue ambil gue kembali ke rumah Jessica. Sesampai di rumah
Jessica guepun menaruh sepedanya dan setelah gue lihat ternyata pintu
kontrakannya di buka. Gue pun masuk dan sekalian mau pamit. Setelah gue masuk,
gue di kagetin seekor kucing. Lalu munculah Jessica “Eh Joe, udah ngambilnya?,
oh iya sory itu kucing gue hehhee” kata dia sambil tertawa. “Oh iya gak apa-apa”.
“Oh iya lu duduk dulu di dalam, istirahat dulu lu sambil gue bikini es mau gak?”
kata dia dengan penuh perhatiannya. “Oh gak usah repot-repot”. “udah gak
apa-apa, tunggu sebentar ya”. Selagi dia bikin minuman, gue melihat seisi
rumahnya, lalu tiba-tiba mata gue tertakjub melihat piala-piala dan
medali-medali ternyata itu punya dia semua, selama sekolah dia selalu mendapat
juara sedangkan gue? Gue Cuma bisa dapet piala hasil kejuaraan lomba makan
kerupuk antar kampong hehehehehe. Lalu yang gak habis pikir gue melihat piala
juara 1 kejuaraan Futsal. Dalam hati gue hanya ketawa hahahaha, baru tau gue nih
cewe jago futsal. Setelah gue ketawa-ketawa tiba-tiba dia datang menganterin
minuman. “Eh Joe, nih minumannya, lu kenapa ketawa-ketawa?” tanya dia. “Gak Cuma
bingung aja lu pernah ngejuarain Futsal ya?” Kata gue sambil ketawa. “Oh.. itu bukan
pialaku, tapi itu piala bapakku, dulu dia sama timnya pernah jadi juara
nasional” kata dia yang mengasih tahu gue. “Oh gitu”. Sambil gue minum gue
bicara banyak sama dia.
“Eh Jess.. Lu sekarang kuliah atau kerjaa?”.
“Oh gue kuliah sambil kerja”
“Oh kuliah di daerah mana?, terus kerja apaan?” tanya gue seperti
menginvestigasi dia
“gue di deket kantor kuliahnya di daerah Jakarta Selatan, gue kerja
di bagian staff, lu sendiri?”
“Oh gitu, gue juga kerja sambil kuliah hehehe”
“Oh, gitu” jawab dia dengan sambil merenung
“Lu kenapa merenung?” tanya gue padanya
“Gue bingung besok gue kerja naik apa sepeda gue rusak seperti itu”
“Oh soal itu tenang aja, besok gue akan nganterin elu, santai aja!”
kata gue yang sambil berlagak menjadi pahlawan ojek hahhahaa.
“Oh thx ya, ternyata lu baik banget” kata dia yang memperlihatkan
wajah kawaiinya. Kalau ada yang gak tahu kawaii search di kakek google
hehehehe.
“hehehe, kalau gitu gue minta nomor lu donk”
“oh iya nih 083899xxxxx”
“coba gue miskol ya” saat gue miskol tiba-tiba ada suara setan
muncul “Maaf pulsa anda tidak mencukupi”.
“hehehehe, pulsa gue abis, nanti aja y ague nelpon lu haahha”
“Oh iya.. lu gak kuliah?” tanya dia kepada gue.
“Oh gak, gue lagi betah sama lu hehehee” kata gue yang sambil
gombal.
“hahahhaha, bisa aja lu.”
“Oh ya sudah gue pulang ya, udah malem juga gak enak sama tetangga
hehehe”
“iya udah, bye”
“bye” kata gue yang sambil melambaikan tangan.
Dan gue pergi meninggalkan rumah Jessica, setelah gue lihat jam
hape gue ternyata sudah jam 7 malam gue pun langsung pulang ke rumah dan tidak
kuliah.
Sesampai di rumah, gue langsung sms dia.
To : Jessica
Hai, gue Joe
Simpan nomor gue ya!
From : Jessica
Oh iya, itu pasti
To: Jessica
Eh besok lu masuk kantor jam
berapa?
From : Jessica
Oh jam 7
To : Jessica
Oh gitu, besok gue ke rumah
lu ya jam 6
From : Jessica
Oh ok, ya sudah ya
Gue mau tidur
Bye
To : Jessica
Oh iya good night
Bye
Setelah gue SMS dia, gue langsung membereskan diri untuk tdur,
sebelum tidur gue selalu memikirkannya. Dalam hati gue berkata hari ini seneng
banget gue gara-gara preman, gue jadi tahu rumahnya padahal tadi gue Cuma berantem
biasa tapi preman itu cemen banget.
"Oh terimakasih Preman" ucapan terakhir gue sebelum tidur, meski gue hampir mati tapi gue berterimakasih sama dia
0 komentar:
Posting Komentar